KERINDUAN
Angin sepoi – sepoi
menghadang tubuhku, nyanyian burung terdengar merdu seperti memanggil raja
siang yang masih malu untuk keluar. inilah aku, seorang siswa dari sekolah
biasa dengan tubuh yang kurus namun tinggi yang sedang mengayuh sepeda gunungku
menuju ke sekolah. Orang – orang pasti mempunyai pendapat yang berbeda, yang
satu menganggapku orang miskin karena naik sepeda, dan satunya lagi menanggapku
sebagai manusia yang gila olahraga. Tentunya diriku ini memiliki hobi dalam
bersepeda. Selain menghemat uang jajan, aku membuat diriku untuk tidak iri
dengan kawan – kawanku yang menaiki mesin beroda dua atau beroda empat itu, dan
tentunya aku bisa terbebas macet di kota yang besar ini.
Aku biasanya mengayuh
sepeda sejauh enam koma tujuh kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua puluh
menit untuk sampai ke sekolah. Pembelajaran disekolah biasanya dilaksanakan
pada pukul enam lewat tiga puluh menit, sedangkan aku berangkat dari rumah pada
pukul enam pagi. “selamat pagi.” Kata guru
– guruku dengan senyuman, “selamat pagi bapak dan ibu” Aku membalas sapaan
guruku dengan muka senyum sambil mencium tangan guru - guruku. Setiap hari guru
- guru menunggu kedatangan siswa – siswa kebanggaan mereka di depan gerbang
sekolah. Terkadang selain menyapa, bapak dan ibu guru juga mengecek kerapihan
kita, seperti tidak boleh memakai jaket dan tidak boleh memiliki rambut yang
panjang. Itu merupakan hal yang mungkin menurut murid lain menjengkelkan,
tetapi hal tersebut merupakan pelajaran yang tersirat, bahwa kita harus disiplin
terhadap peraturan agar kelak kita bisa menjadi pemuda masa depan yang patuh
terhadap hukum. Aku meletakan sepedaku seperti biasa di depan pintu UKS yang
berada di dekat parkiran guru – guru, guruku membolehkan aku untuk meletakan
disana karena beliau- beliau sangat mendukungku untuk ke sekolah dengan sepeda dan itu
membuatku sangat senang sekali. Aku pun langsung menuju kelas untuk mendapatkan
kesejukan dari AC agar keringatku bisa cepat kering. Aku terkadang tidak
menyapa teman sekelasku saat masuk kelas dan langsung duduk di bangku paling
depan. Aku melihat sekelilingku, ada yang mengerjakan PR, ada yang ke kelas
lain untuk menyapa teman atau pacarnya, bahkan ada yang main game sesampainya
di kelas.
Seperti biasa aku belajar
sampai jam tiga sore, sebelum jam 3 sore aku belajar di dalam kelas dengan guru
– guru yang bermacam karakter. Yah, aku sudah mengenali watak setiap guru karena
aku merupakan murid tahun terakhir di sekolah ini, ada yang tegas dan ada yang
asik, mungkin teman – teman bisa merasakan jengkel terhadap sikap guru – guruku
yang seperti itu, akan tetapi itu tidak terlalu kupikirkan karena aku lebih
memfokuskan diri kepada ilmu yang akan guruku berikan. Kami mengakhiri pelajaran
dan mengucapkan salam kepada guru dan mencium tangannya lalu disambung dengan memberikan beliau
senyuman sebelum pulang sebagai tanda terima kasih terhadap ilmu yang
diberikan. Aku pulang menggunakan sepeda, pada saat di perjalanan pulang, sepedaku tidak
stabil dan diriku terjatuh dan aspal tepat mengenai kepalaku, aku tidak bisa bergerak dan pandanganku mulai menghitam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar