Sabtu, 25 Juli 2020

RESUME RESPON INTERNASIONAL TERHADAP KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA


RESPON INTERNASIONAL TERHADAP KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Untuk dapat benar-benar terbebas dari penjajah dan merdeka menjadi sebuah negara, Indonesia harus memenuhi dua unsur, yaitu unsur konstitutif dan juga unsur deklaratif. 

Dilihat dari segi unsur konstitutif yang meliputi wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat, Indonesia sudah memenuhinya. Akan tetapi, Indonesia masih belum memenuhi unsur deklaratif, yaitu pengakuan dari negara-negara lainnya. Dengan demikian dibutuhkanlah respon dan pengakuan dari internasional untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, meskipun respon Internasional pastinya ada yang negatif maupun positif.

1.   Mesir
Mesir mengakui secara de facto kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946. Dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia ini dikarenakan persamaan agama, senasib sepenanggungan dan juga banyak orang Indonesia yang belajar di Mesir. Pada tanggal 10 Juni 1947 ditandatangani Perjanjian persahabatan yang mana Indonesia diwakili oleh Agus Salim dan Mesir oleh Fahmi Nokrsyi Pasha. Sebelumnya Mesir juga mendorong Liga Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Aksi nyata lain yang dilakukan Mesir dalam rangka mendukung kemerdekaan Indonesia adalah melakukan aksi pemboikotan para buruh di pelabuhan Port Said dan juga Terusan Suez terhadap kapal kapal Belanda. Penutupan hubungan diplomatik dengan Belanda dan juga pembentukan perangkat kesehatan untuk menolong korban agresi militer Belanda.

2. Suriah
Suriah merupakan negara selanjutnya yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 3 Juli 1947, perwakilan Suriah untuk PBB mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mendiskusikan masalah Indonesia.

3.Lebanon
Lebanon mengakui kemerdekaan Indonesia pata tanggal 29 Juli 1947. Hubungan diplomatik secara resmi dibuka pada tahun 1950 dengan membuka kedutaan Indonesia di Beirut. Sedangkan kedutaan Lebanon dibuka di Jakarta tahun 1995. Indonesia pernah mengirimkan pasukan ke Lebanon yang terbagung dengan pasukan perdamaian PBB khusus Lebanon yakni United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada tanggal 19 Maret 1978. Pada saat itu wilayah Lebanon dikuasi oleh Israel.

 4. Arab Saudi
Pada tanggal 24 November 1947, Arab Saudi mengakui terhadap kemerdekaan Indonesia. Penyerahan dilakukan oleh Raja Abdul Aziz kepada perwakilan Indonesia, H.Rasjidi.

 5. India
India juga merupakan salah satu negara penting dalam pengakuan kemerdekaan Indonesia. Peran India dalam mendukung kemerdekaan Indonesia antara lain:

a.      Mengirim bantuan obat-obatan sebagai timbal balik dari bantuan beras dari Indonesia untuk India. Perlu diingat ketika Perdana Menteri Sutan Syahrir melakukan diplomasi yang terkenal dengan nama “India rice” yakni pengiriman 500.000 ton beras dari Indonesia ke India (20 Agustus 1946). Pada saat itu India sedang mengalami krisis pangan.

b.     Akibat adanya Agresi Militer Belanda I, India dan Australia mengajukan masalah Indonesia-Belanda ke Dewan Keamanan PBB pada tanggal 31 Juli 1947. Kemudian tanggapan PBB adalah mengeluarkan resolusi tanggal 1 Agustus 1947 yang isinya untuk menghentikan pertikaian antara Indonesia-Belanda.

c.      India menjadi taun rumah dari Konferensi Asia di New Delhi pada tanggal 20-25 Januari 1949. Banyak negara yang hadir seperti Pakistan, Afghanistan, Libanon, Suriah, Arab Saudi, Philipina, Myanmar, Yaman, Irak, Mesir, Ehtiopia, Australia. Indonesia pada saat Konferensi Asia diwakili oleh Dr Sudarsono. Hasil dari Konferensi di New Delhi antara lain: (1) pengembalian pemerintah RI ke Yogyakarta, (2) penarikan tentara Belanda dari seluruh wilayah Indonesia, (3) penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat tanggal 1 Januari 1950.

6.  Vatikan
Vatikan adalah negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan itu dilakukan pada tanggal 6 Juli 1947 ditandai dengan pembukaan kedautaan yang disebut “Apostolic Delegate”.

 7. Australia
Salah satu negara yang memiliki peranan dalam usaha Indonesia mendapatkan pengakuan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah, Australia. Dukungan yang dilakukan oleh Australia terhadap kemerdekaan Indonesia dikarenakan buruh di Australia bersimpati dengan perjuangan Indonesia. Salah satu perenan Australia dalam rangka mendukung kemerdekaan Indonesia adalah menjadi wakil Indonesia dalam Komisi Tiga Negara. Selain itu juga ada aksi nyata dari Australia yakni pemboikotan kapal kapal Belanda yang berlayar di daerah perairan Australia.

 8. PBB
PBB mulai turut serta dalam konflik Indonesia Belanda adalah ketika terjadi agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947. PBB mendapatkan masukan dari India dan Australia bahwa tindakan yang dilakukan oleh Belanda tidak sesuai dengan nilai nilai perdamaian yang ada pada PBB. Peranan PBB dalam perjuangan bangsa Indonesia yakni

Membentuk Komisi Tiga Negara sebagai akibat dari Belanda yang mengingkari hasil dari Perundingan Linggarjati dengan mengadakan Agresi Militer Belanda I. Komisi Tiga Negara (KTN) kemudian diganti namanya menjadi UNCI (28 januari 1949) ketika Belanda mengadakan Agresi Militer Belanda II. Peranan KTN dan UNCI sama yakni membawa masalah Indonesia ke meja.

 9. Belanda
Belanda berkali-kali menolak kemerdekaan RI. Mereka bahkan melakukan aksi polisionil untuk merebut kembali wilayah Indonesia pada Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Berkali-kali clash, berkali-kali pula berlangsung perundingan, mulai Perjanjian Linggarjati (1946), Perjanjian Renville (1948), Perjanjian Roem-Royen (1949), hingga Konferensi Meja Bundar (1949).

Pihak Belanda berkali-kali melakukan aksi polisionil dengan alasan ingin menertibkan kondisi keamanan Hindia Belanda dari para pemberontak. Maka tak heran Belanda kembali datang untuk alih-alih “menertibkan”.Belanda baru mengakui kedaulatan RI berkat resolusi Konferensi Menja Bundar pada 1949. Meski begitu, hasil kesepakatan KMB pun membagi wilayah Indonesia ke bentuk federasi, Republik Indonesia Serikat. RIS lantas dinyatakan berakhir pada tahun 1950.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar