Rabu, 06 Januari 2021

CEPAT (CERPEN CURHAT) : SIKLUS

SIKLUS

            Hari – hariku terus bergerak seperti kereta yang panjang tanpa akhiran, terus bergerak melalui jalur hingga sampai tujuan pemberhentian selanjutnya, seperti itulah hidupku pada saat pandemi ini. Dimana diri ini tidak bisa bebas kesana kemari karena dibelenggu oleh rantai virus yang sedang menggemparkan dunia ini, sedangkan saat ini aku seorang pelajar putih abu – abu yang akan menyelesaikan masa putih abu – abunya untuk segera melanjutkan ke level berikutnya di dalam game nyata yang bernama kehidupan ini. Apalah daya tujuanku yang disebut cita – cita itu harus ku perjuangkan didalam sebuah kamar yang lumayan rapi ini.

            Yaps, inilah saatnya aku merasakan yang namanya pembelajaran dari rumah. Sungguh, sudah berbulan – bulan lamanya pembelajaran ini telah dilaksanakan. Jika diingat – ingat, corona ini akan ber-ulang tahun untuk pertama kalinya setelah hampir setahun yang lalu dia lahir dan mengguncangkan semua aspek didunia ini. Diriku saat ini sudah merasa nyaman dengan pembelajaran dari rumah ini, secara tak sengaja aku melamun mengingat diriku yang kaget untuk pertama kalinya dalam melakukan pembelajaran dari rumah. Kenapa tidak? Karena aku selama pembelajaran di sekolah sangatlah jarang memegang buku jika berada dirumah, dikarenakan aku lebih suka menyesuaikan tempat dan fungsinya. Yaitu, rumah sebagai tempat istirahat dan di sekolah sebagai tempat belajar. “Hahhh!!! Apa – apaan ini? Kok belajar dari rumah? Mana efektif?” aku bergumam dengan menahan emosi. Karena aku masih berpikir kalau liburan ini ialah murni libur tanpa belajar.

            Setelah beberapa hari, minggu, dan bulan yang sudah ku lewati dengan siklus yang terus – menerus berulang, seperti diawali dengan bangun pagi, mengerjakan tugas, makan, minum, shalat,  tidur, dan bangun lagi keesokannya untuk mengulang kembali dari awal. Siklus itu memanglah membuatku menjadi bosan, sehingga pada akhirnya aku mulai memotivasi diri, “pokoknya semester ini harus bagus nilainya, demi masuk perguruan tinggi”. Dengan berpikir akan masuk perguruan tinggi dan didukung oleh sifatku yang tidak mau menunda pekerjaan, maka dari itu aku mulai lebih santai dalam mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh guru. Mungkin saat pertama kali pembelajaran dari rumah, guru memberikan banyak sekali tugas sehingga tidak tertampung oleh otakku pada waktu itu. Mungkin guru pun sama kagetnya, karena harus melakukan pembelajaran dengan menggunakan media digital. Namun, Saat ini guru – guru mulai terbiasa, para pelajar pun mulai menerima walau masih ada setengah dari dirinya meronta untuk bermalas – malasan di rumah. Karena guru – guru sudah memberikan banyak variasi dalam pembelajaran daring maupun luring sehingga para pelajar tidak terlalu terguncang kewarasannya selama dirumah, kenapa dibilang masih ada jiwa kemalasannya? Karena di rumah mungkin pelajar tergoda dengan bantal guling yang empuk, Kasur yang nyaman, dan bantal yang setiap sisinya dapat memebrikan efek dingin. Tapi sampai saat ini pun siklus perjalanan pembelajaranku di rumah  terus – menerus berulang tanpa henti. Walau jika secara kesadaran itu memang membosankan, tapi terkadang aku membuat suatu hal yang membuatku tidak bosan, seperti saat menunggu materi baru dengan bermain game atau mendengarkan lagu, mungkin bisa menghilangkan sedikit kesadaran bahwa siklus itu tetap berulang, ya kita tidak tau jika belum mencobanya toh?. Jujur siklus pembelajaran di sekolah dengan siklus pembelajaran di rumah itu berbeda. Mungkin ada kalanya didalam siklus itu ada kesamaan seperti ketiduran saat pembelajaran, tapi hal ini jangan ditiru karena siklus pembelajaran yang baik akan menghasilkan prestasi yang baik pula. Jika dipilih, saat ini aku lebih beradaptasi pada siklus pembelajaran di rumah yang kerjaanya secara umum telah ku sebutkan sebelumnya, karena belajarnya bisa lebih santai. Mungkin untuk bisa lebih dimengerti materinya bisa menggunakan siklus pembelajaran di sekolah meskipun nanti bakalan beradaptasi lagi dengan masa normal baru, katanya.

Selasa, 24 November 2020

CERITA PENDEK DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI GURU

KERINDUAN

 

Angin sepoi – sepoi menghadang tubuhku, nyanyian burung terdengar merdu seperti memanggil raja siang yang masih malu untuk keluar. inilah aku, seorang siswa dari sekolah biasa dengan tubuh yang kurus namun tinggi yang sedang mengayuh sepeda gunungku menuju ke sekolah. Orang – orang pasti mempunyai pendapat yang berbeda, yang satu menganggapku orang miskin karena naik sepeda, dan satunya lagi menanggapku sebagai manusia yang gila olahraga. Tentunya diriku ini memiliki hobi dalam bersepeda. Selain menghemat uang jajan, aku membuat diriku untuk tidak iri dengan kawan – kawanku yang menaiki mesin beroda dua atau beroda empat itu, dan tentunya aku bisa terbebas macet di kota yang besar ini.

 

Aku biasanya mengayuh sepeda sejauh enam koma tujuh kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua puluh menit untuk sampai ke sekolah. Pembelajaran disekolah biasanya dilaksanakan pada pukul enam lewat tiga puluh menit, sedangkan aku berangkat dari rumah pada pukul enam pagi. “selamat  pagi.” Kata guru – guruku dengan senyuman, “selamat pagi bapak dan ibu” Aku membalas sapaan guruku dengan muka senyum sambil mencium tangan guru - guruku. Setiap hari guru - guru menunggu kedatangan siswa – siswa kebanggaan mereka di depan gerbang sekolah. Terkadang selain menyapa, bapak dan ibu guru juga mengecek kerapihan kita, seperti tidak boleh memakai jaket dan tidak boleh memiliki rambut yang panjang. Itu merupakan hal yang mungkin menurut murid lain menjengkelkan, tetapi hal tersebut merupakan pelajaran yang tersirat, bahwa kita harus disiplin terhadap peraturan agar kelak kita bisa menjadi pemuda masa depan yang patuh terhadap hukum. Aku meletakan sepedaku seperti biasa di depan pintu UKS yang berada di dekat parkiran guru – guru, guruku membolehkan aku untuk meletakan disana karena beliau- beliau sangat mendukungku untuk ke sekolah dengan sepeda dan itu membuatku sangat senang sekali. Aku pun langsung menuju kelas untuk mendapatkan kesejukan dari AC agar keringatku bisa cepat kering. Aku terkadang tidak menyapa teman sekelasku saat masuk kelas dan langsung duduk di bangku paling depan. Aku melihat sekelilingku, ada yang mengerjakan PR, ada yang ke kelas lain untuk menyapa teman atau pacarnya, bahkan ada yang main game sesampainya di kelas.

 

Seperti biasa aku belajar sampai jam tiga sore, sebelum jam 3 sore aku belajar di dalam kelas dengan guru – guru yang bermacam karakter. Yah, aku sudah mengenali watak setiap guru karena aku merupakan murid tahun terakhir di sekolah ini, ada yang tegas dan ada yang asik, mungkin teman – teman bisa merasakan jengkel terhadap sikap guru – guruku yang seperti itu, akan tetapi itu tidak terlalu kupikirkan karena aku lebih memfokuskan diri kepada ilmu yang akan guruku berikan. Kami mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam kepada guru dan mencium tangannya lalu disambung dengan memberikan beliau senyuman sebelum pulang sebagai tanda terima kasih terhadap ilmu yang diberikan. Aku pulang menggunakan sepeda, pada saat di perjalanan pulang, sepedaku tidak stabil dan diriku terjatuh dan aspal tepat mengenai kepalaku, aku tidak bisa bergerak dan pandanganku mulai menghitam.

“Aduuuhhhh!!!” Diriku terbangun dari lantai yang dimana aku jatuh dari kasurku sambil memegang kepalaku yang sedikit sakit, tanpa sadar diriku mengeluarkan air mata dan berpikir, “Kapan pandemi ini akan berakhir? Aku mulai kangen dengan suasana sekolah dan guru – guruku yang tanpa lelah mengajariku, aku tak mau terkurung di kamar ini terus.” Memang diriku telah rindu dengan suka duka di sekolah, termasuk para guru karena aku akan lulus sebentar lagi. Paling tidak aku ingin menghabiskan waktuku bareng teman dan guruku sehingga kesedihan saat perpisahan tidak terlalu perih.apalagi dalam pandemi ini ada guruku yang telah pergi meninggalkan kami, itu sangat membuatku merasa sakit dan seakan - akan tidak percaya dengan kabar tersebut. Diriku langsung menuju ke meja untuk membuka laptop dan memulai kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan guru – guruku yang telah menunggu kami, bukan di gerbang tetapi di dalam dunia maya. Aku hanya bisa bernostalgia dengan kegiatanku di sekolah sebelum pandemi, dan meneruskan sisa pembelajaranku dimasa putih abu – abu yang singkat ini dengan berada di rumah dan mengerjakan tugas – tugas tanpa bisa melihat senyuman maupun sapaan pagi secara tatap muka langsung dari guru – guruku. Karena kita harus tetap dirumah demi menjaga diri dari pandemi. Memang kita jauh secara fisik, tetapi teknologi menyatukan kita pada saat ini. Setidaknya ini bisa membuatku merasa lega, bisa melihat guru – guruku masih sehat di rumahnya dan memberikan kami pembelajaran meskipun beberapa dari beliau masih berusaha dalam mengenal teknologi. Aku berharap bisa menyemangati beliau - beliau walau secara tidak langsung melainkan doa, sehingga mereka diberikan kesehatan dan materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh kami. Apalagi sebentar lagi hari guru, tentu doa yang baik merupakan hadiah terbaik yang kita berikan saat ini kepada guru - guru.


Sabtu, 25 Juli 2020

RESUME RESPON INTERNASIONAL TERHADAP KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA


RESPON INTERNASIONAL TERHADAP KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Untuk dapat benar-benar terbebas dari penjajah dan merdeka menjadi sebuah negara, Indonesia harus memenuhi dua unsur, yaitu unsur konstitutif dan juga unsur deklaratif. 

Dilihat dari segi unsur konstitutif yang meliputi wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat, Indonesia sudah memenuhinya. Akan tetapi, Indonesia masih belum memenuhi unsur deklaratif, yaitu pengakuan dari negara-negara lainnya. Dengan demikian dibutuhkanlah respon dan pengakuan dari internasional untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, meskipun respon Internasional pastinya ada yang negatif maupun positif.

1.   Mesir
Mesir mengakui secara de facto kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946. Dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia ini dikarenakan persamaan agama, senasib sepenanggungan dan juga banyak orang Indonesia yang belajar di Mesir. Pada tanggal 10 Juni 1947 ditandatangani Perjanjian persahabatan yang mana Indonesia diwakili oleh Agus Salim dan Mesir oleh Fahmi Nokrsyi Pasha. Sebelumnya Mesir juga mendorong Liga Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Aksi nyata lain yang dilakukan Mesir dalam rangka mendukung kemerdekaan Indonesia adalah melakukan aksi pemboikotan para buruh di pelabuhan Port Said dan juga Terusan Suez terhadap kapal kapal Belanda. Penutupan hubungan diplomatik dengan Belanda dan juga pembentukan perangkat kesehatan untuk menolong korban agresi militer Belanda.

2. Suriah
Suriah merupakan negara selanjutnya yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 3 Juli 1947, perwakilan Suriah untuk PBB mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mendiskusikan masalah Indonesia.

3.Lebanon
Lebanon mengakui kemerdekaan Indonesia pata tanggal 29 Juli 1947. Hubungan diplomatik secara resmi dibuka pada tahun 1950 dengan membuka kedutaan Indonesia di Beirut. Sedangkan kedutaan Lebanon dibuka di Jakarta tahun 1995. Indonesia pernah mengirimkan pasukan ke Lebanon yang terbagung dengan pasukan perdamaian PBB khusus Lebanon yakni United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada tanggal 19 Maret 1978. Pada saat itu wilayah Lebanon dikuasi oleh Israel.

 4. Arab Saudi
Pada tanggal 24 November 1947, Arab Saudi mengakui terhadap kemerdekaan Indonesia. Penyerahan dilakukan oleh Raja Abdul Aziz kepada perwakilan Indonesia, H.Rasjidi.

 5. India
India juga merupakan salah satu negara penting dalam pengakuan kemerdekaan Indonesia. Peran India dalam mendukung kemerdekaan Indonesia antara lain:

a.      Mengirim bantuan obat-obatan sebagai timbal balik dari bantuan beras dari Indonesia untuk India. Perlu diingat ketika Perdana Menteri Sutan Syahrir melakukan diplomasi yang terkenal dengan nama “India rice” yakni pengiriman 500.000 ton beras dari Indonesia ke India (20 Agustus 1946). Pada saat itu India sedang mengalami krisis pangan.

b.     Akibat adanya Agresi Militer Belanda I, India dan Australia mengajukan masalah Indonesia-Belanda ke Dewan Keamanan PBB pada tanggal 31 Juli 1947. Kemudian tanggapan PBB adalah mengeluarkan resolusi tanggal 1 Agustus 1947 yang isinya untuk menghentikan pertikaian antara Indonesia-Belanda.

c.      India menjadi taun rumah dari Konferensi Asia di New Delhi pada tanggal 20-25 Januari 1949. Banyak negara yang hadir seperti Pakistan, Afghanistan, Libanon, Suriah, Arab Saudi, Philipina, Myanmar, Yaman, Irak, Mesir, Ehtiopia, Australia. Indonesia pada saat Konferensi Asia diwakili oleh Dr Sudarsono. Hasil dari Konferensi di New Delhi antara lain: (1) pengembalian pemerintah RI ke Yogyakarta, (2) penarikan tentara Belanda dari seluruh wilayah Indonesia, (3) penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat tanggal 1 Januari 1950.

6.  Vatikan
Vatikan adalah negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan itu dilakukan pada tanggal 6 Juli 1947 ditandai dengan pembukaan kedautaan yang disebut “Apostolic Delegate”.

 7. Australia
Salah satu negara yang memiliki peranan dalam usaha Indonesia mendapatkan pengakuan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah, Australia. Dukungan yang dilakukan oleh Australia terhadap kemerdekaan Indonesia dikarenakan buruh di Australia bersimpati dengan perjuangan Indonesia. Salah satu perenan Australia dalam rangka mendukung kemerdekaan Indonesia adalah menjadi wakil Indonesia dalam Komisi Tiga Negara. Selain itu juga ada aksi nyata dari Australia yakni pemboikotan kapal kapal Belanda yang berlayar di daerah perairan Australia.

 8. PBB
PBB mulai turut serta dalam konflik Indonesia Belanda adalah ketika terjadi agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947. PBB mendapatkan masukan dari India dan Australia bahwa tindakan yang dilakukan oleh Belanda tidak sesuai dengan nilai nilai perdamaian yang ada pada PBB. Peranan PBB dalam perjuangan bangsa Indonesia yakni

Membentuk Komisi Tiga Negara sebagai akibat dari Belanda yang mengingkari hasil dari Perundingan Linggarjati dengan mengadakan Agresi Militer Belanda I. Komisi Tiga Negara (KTN) kemudian diganti namanya menjadi UNCI (28 januari 1949) ketika Belanda mengadakan Agresi Militer Belanda II. Peranan KTN dan UNCI sama yakni membawa masalah Indonesia ke meja.

 9. Belanda
Belanda berkali-kali menolak kemerdekaan RI. Mereka bahkan melakukan aksi polisionil untuk merebut kembali wilayah Indonesia pada Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Berkali-kali clash, berkali-kali pula berlangsung perundingan, mulai Perjanjian Linggarjati (1946), Perjanjian Renville (1948), Perjanjian Roem-Royen (1949), hingga Konferensi Meja Bundar (1949).

Pihak Belanda berkali-kali melakukan aksi polisionil dengan alasan ingin menertibkan kondisi keamanan Hindia Belanda dari para pemberontak. Maka tak heran Belanda kembali datang untuk alih-alih “menertibkan”.Belanda baru mengakui kedaulatan RI berkat resolusi Konferensi Menja Bundar pada 1949. Meski begitu, hasil kesepakatan KMB pun membagi wilayah Indonesia ke bentuk federasi, Republik Indonesia Serikat. RIS lantas dinyatakan berakhir pada tahun 1950.

Selasa, 31 Maret 2020



Kelompok Sosial :Keluarga, Lingkungan sekitar dan jenisnya

            Pernahkah kita membayangkan apa yang terjadi bila dari lahir kita hidup sendiri tanpa adanya individu lain yang membantu kita? Tentunya hal itu merupakan sesuatu yang sangat rumit dan menjalankan keidupan kita. Mengapa demikian? dikarenakan hidup kita ini membutuhkan individu lain untuk  mempertahankan kehidupan kita. Kita bisa melihat beberapa hal dalam kehidupan yang sangat sederhana dan mungkin kita belum menyadari akan hal tersebut, yaitu ketika kita tidak bisa memasak maka kita meminta bantuan dari orang yang mempunyai keahlian dalam memasak. Lalu, seseorang yang mempunyai keahlian memasak pun membutuhkan peralatan dan bahan – bahan sebagai pembentuk makanan, maka kita membutuhkan orang pengerajin untuk membuat itu semua. Tentu dari segala hal itu kita perlu membentuk sebuah kelompok sosial sebagai wadah  untuk menunjang kebutuhan bersama, persis dengan yang dikemukakan oleh pakar sosiologi dari Indonesia yaitu Soerjono Soekanto yang mengungkapkan bahwa kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi. Dari pernyataan yang sudah disampaikan maka timbul sebuah permasalahan. Yaitu, apakah keluarga dan lingkungan sekitarnya merupakan kelompok sosial? Dengan pertanyaan yang demikian, saya mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui esai ini.

Dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, manusia diperkirakan sudah memiliki dua kebutuhan pokok bagi kehidupannya, yaitu mempunyai keinginan untuk menyatu dengan manusia lain dan berkeinginan menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Ketergantungan antar individu telah mendorong manusia untuk membuat satu atau berbagai kelompok sosial sesuai dengan kebutuhan manusia masing – masing. Setelah kita memperhatikan definisi kelompok sosial yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto, ternyata memiliki syarat untuk membentuk himpunan manusia yang dikemukakan juga oleh beliau yakni sebagai berikut;
1.     Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
2.     Adanya hubungan timbal balik  antara anggota satu dengan yang lain dalam kelompok itu.
3.     Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota – anggota kelompok sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.
4.     Memiliki Struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama.
5.     Memiliki sistem dan proses.
Jika dikaitkan dengan keluarga, maka syarat – syarat tersebut telah dipenuhi. Mengapa demikian? Karena kita telah memiliki kesadaran bahwa kita mempunyai sebuah keluar yang berisi ayah, ibu, kakak, maupun adik yang bisa disebut sebagai anggota dalam keluarga tersebut. Mungkin secara tidak sadar semua anggota mempunyai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi seperti halnya ketika adik kita mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugasnya maka tugas seorang kakak membantu adiknya, begitupun sebaliknya jika kakak meminta adik untuk melakukan sesuatu seperti menutup pintu, maka itu merupakan tugas seorang adik yang membantu kakaknya. Begitu pun dengan ibu maupun ayah kita. Selanjutnya, kita akan bertanya – tanya. Apakah keluarga itu memiliki struktur? Maka jawabannya adalah iya. Setiap anggota keluarga memiliki peran masing – masing yang dimana seorang ibu memiliki kedudukan dibawah seorang ayah yang bertugas layaknya sebagai sekretaris dan bendahara yang mengatur keuangan dan apapun yang berkaitan dengan rumah tangga, sedangkan seorang ayah bertugas untuk mencari uang dan sebagai kepala keluarga yang menyetujui atau menolak apapun yang berkaitan dengan keluarga, lalu kita sebagai anak layaknya seorang anggota yang menaati peraturan dalam keluarga tersebut.

Semua anggota memiliki pola perilaku yang sama. Mengapa demikian? Dikarenakan kita sejak dari lahir sudah berada dalam anggota keluarga tersebut yang menimbulkan primordialisme kepada diri kita serta adanya peraturan dalam keluarga yang mengikat dan harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga, Pernyataan tersebut pun bisa dikatakan bahwa di dalam keluarga telah meiliki sistem dan proses, jika sebuah keluarga tidak memiliki proses dan sistem yang memadai maka keluarga tersebut tidak akan bertahan lama.
 Keluarga tidak muncul secara tiba – tiba. Dikarenakan keluarga harus menempuh beberapa faktor penyebab pembentukan kelompok sosial yang diantaranya sebagai berikut;
1.     Kepentingan yang sama.
2.     Pertalian darah atau keturunan yang sama.
3.     Daerah atau wilayah yang sama.

Terbentuknya kelompok sosial melalui beberapa faktor dapat membuat dua kebudayaan saling bergabung yang dapat menghasilkan asimilasi dan akulturasi. Dengan terjadinya faktor tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembentukan kelompok sosial keluarga itu tidak bisa lepas dengan lingkungan sekitarnya, yang dimana untuk membentuk sebuah keluarga harus memiliki dua kelompok keluarga yang saling bekerja sama dan membentuk sebuah keluarga baru melalui perkawinan dari perwakilan dari kedua keluarga tersebut.

Lingkungan disekitar kita telah terdapat beberapa bahkan banyak sekali kelompok sosial yang disebut dengan keluarga. Sehingga Peleburan dua keluarga juga bukan menjadi fator utama hubungan antara keluarga dengan lingkungan sekitar. Dikarenakan setiap keluarga itu akan melakukan hubungan kerja sama dengan keluarga lain atau kelompok sosial yang lebih tinggi lagi. Contoh dari hubungan antar keluarga yaitu hubungan keluarga kita dengan tetangga kita. Hal ini dikarenakan adanya kekurangan disalah satu keluarga yang mengakibatkan keluarga tersebut meminta tolong kepada tetangganya begitu pun sebaliknya. Dan adapun hubungan keluarga dengan kelompok sosial yang lebih tinggi seperti akan diadakannya sebuah kegiatan kerja bakti di RW di rumahnya. Maka setiap keluarga di ruang lingkup itu akan melebur untuk mencapai suatu tujuan yang sama yaitu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Setelah mengklarifikasi keluarga dan lingkungan sekitar, dapat diketahui bahwa kelompok sosial ternyata terdapat berbagai jenis. Jenis – jenis kelompok sosial itu telah dikemukakan para sosiolog untuk mengklasifikasikan kelompok sosial tersebut. Didalam kelompok sosial menrut Charles H. Cooley terdapat kelompok sekunder dan kelompok primer, tetapi dalam konteks Indonesia kelompok primer dan sekunder tercermin dalam paguyuban (Gameinschaft) dan patembayan (Gesellschaft).
Paguyuban merupakan bentuk kehidupan bersama di mana anggotanya memiliki hubungan batin yang kuat, bersifat alamiah dan kekal. Menurut Tonnies ciri-ciri paguyuban adalah:
  1. Privat, hubungan yang bersifat pribadi terkhusus untuk beberapa orang saja.
  2. Intim, hubungan menyeluruh dan mesra.
  3. Eksklusif, hubungan tersebut hanya sebatas untuk kelompoknya sendiri.
Paguyuban sendiri dapat dibedakan menjadi 3 tipe:
  1. Paguyuban yang disebabkan karena ikatan darah. Untuk kaitannya dengan ikatan darah bisa dimasukan kedalam kelompok sosial keluarga.
  2. Paguyuban yang disebabkan karena tempat tinggal, karena persamaan tempat maka mereka akan melakukan gotong royong dan tolong menolong. Seperti contoh rukun tetangga dan kelompok arisan.
  3. Paguyuban yang disebabkan karena memiliki jiwa dan pemikiran yang sama.
Patembayan merupakan bentuk kehidupan bersama yang mana di antara anggota terdapat ikatan lahir dan bersifat pokok dalam kurun waktu yang relatif pendek. Struktunya bersifat mekanis seperti mesin yang setiap komponennya memiliki fungsi atau kegunaan masing-masing.
Hal seperti itu terjadi karena dalam masyarakat patembayan yang diutamakan adalah berlangsungnya suatu perjanjian dan kontrak yang memiliki tujuan tertentu dan bersifat rasional. Contoh masyarakat patembayan adalah hubungan organisasi politik atau dunia industri sifatnya pun sementara.

Dapat Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa keluarga dapat dikategorikan sebagai kelompok paguyuban dikarenakan beberapa tipe dan sifatnya sangat terikat erat dengan sifat dari sebuah keluarga.



Dari semua hal yang sudah dipaparkan, menuai hasil yang dapat menjawab topik esai yang dibuat ini, yaitu keluarga ternyata merupakan kelompok sosial terkecil yang sudah memenuhi syaratnya seperti yang di kemukakan oleh pakar sosiologi Soerjono Soekanto. Selain itu ternyata kelompok terkecil itu tidak bisa dipisahkan dengan lingkungan sekitarnya dikarenakan keluarga membutuhkan keluarga lain untuk saling bekerja sama, selain itu terdapat beberapa faktor yang mendukung seperti mempunyai kepentingan yang sama, pertalian darah atau keturunan yang sama, serta wilayah yang sama. Kita pun dapat menemukan jenis dari keluarga itu yang menuaikan hasil bahwa keluarga merupakan kelompok paguyuban yang dimana diantara anggota memiliki hubungan batin yang kuat, di tipenya pun keluarga termasuk kedalam Paguyuban yang disebabkan karena ikatan darah.

Demikian lah esai (Kelompok Sosial :Kelurga, Lingkungan sekitar dan jenisnya). Semoga esai ini dapat membantu dalam pengetahuan kita bersama. Saya tau bahwa esai ini masih jauh dari kata sempurna sehingga dibutuhkan kritik dan sarannya sehingga dapat membantu dalam membuat esai – esai berikutnya. Esai ini cocok sebagai referensi untuk bahan pembelajaran, khususnya untuk para siswa – siswa SMA Sederajat deng jurusan IPS kelas XI semester 1.




           

Sabtu, 19 Maret 2016

CIRI-CIRI TEMAN YANG BAIK

       
           Ciri-Ciri Teman Baik
    Pada artikel kali ini,saya menominasikan Ciri-ciri teman yang baik dan heboh.sebelum saya membuka nominasinya,saya akan menjelaskan apa itu teman.teman adalah orang yang selalu mendampingi kita saat suka maupun duka,yang mungkin sahabat blogger sudah tau atau sudah mempunyai teman seperti begitu.
    Baiklah inilah saatnya saya keluarkan nominasi (ciri-cirinya) saya sebut nominasi karena biar anti-mainstreem coy.ini dia nominasinya:
1.Selalu pergi bersama
   Sifat ini adalah sifat yang baik,bukan berarti pacaran.tetapi telah masuk kedalam kategori sahabat baik.
2.Saling berbagi sesama teman
   Sifat ini apalagi,lebih mantap coy.sifat ini bukan berarti orang yang dikasih pemalak tetapi itu sudah sifat murni teman baik.tetapi,jangan dimanfaatin yah...
3.Sering membela teman yang terlindas(tertindas maksudnya)
   Hal ini masih diragukan kesetiaan dalam pertemanan,jangan terkecoh dengan sih pembela kemungkinan ada maunya.dan bagi yang membela temannya,jangan membela temanmu yang sebenarnya salah.berarti anda membela yang salah...sifat ini,sifat murni juga.
4.Mendukung dalam usaha yang kamu lakukan
   Begitu juga dengan sifat ini.jika kalian mempunyai teman seperti ini,berarti anda sangat beruntung.karena,sifat ini dapat meningkatkan kepercayaan diri kita.
5.Rela berkorban pada saat atau peristiwa tertentu
   Hal ini yang menentukan apakah ia adalah teman yang paling terbaik untukmu.karena,hal ini jarang dilakukan oleh setiap orang.mendapatkan teman seperti ini juga terpaling-paling asoy alias beruntung kaleeee.....
    Itu dia sifat teman baik,yang sebenarnya banyak sih...tapi saya mengasih 5 yang penting saja yang dianggap umum....jika kalian mau melihat sifat itu, ikuti kegiatan seperti pramuka kemungkinan disana dapat teman yang baik....saya cuma mengingatkan carilah teman baik,yang ada dihatimu sampai akhir ayat... bye.

Jumat, 18 Maret 2016

hal-hal yang terjadi di sosial media

  pada hari ini,saya akan membicarakan hal-hal yang terjadi di sosial media.
  pada umumnya kita sudah tau apa itu sosial media?jika belum tau nih saya kasih tau,sosial media itu ada media atau alat untuk bersosialisasi contohnya adalah facebook,instagram,dll.sudah tau kan apa itu sosial media.jadi saya akan langsung menceritakan hal yang hari ini kita bicarakan yaitu,kejadian di sosial media.kita akan bahas satu persatu yang pertama yaitu instagram.apa yang dimaksud dengan instagram,yaitu,aplikasi yang menyiarkan atau menyebarkan foto-foto untuk mendapat like untuk everydaynya.tapi,hal yang membuat saya benci adalah,orang-orang yang memprivat fotonya."emang dia siapa,artis aja jarang yang memprivat."kata kr (nama samaran).menurut saya, seharusnya tidak usah diprivat deh siapa tau banyak yang ngelike dengan keanehan anda.yang kedua,yaitu,facebook gak usah dibahas yah pasti sahabat blogger sudah tau.disini juga saya mendapatkan fenomena alam disekitar sosial media ini,yaitu, orang yang suka menyindir atau menyumpain orang.contohnya "like yang mau ibunya sehat,kalau gak like ibunya sakit parah." atau "dasar lu tukang ojek." itu pun juga ada di aplikasi bernama BBM.menurut saya jangan begitu deh ntar malahan membuat orang yang kalian sindir marah.inti dari artikel ini adalah banyak orang menyalah gunakan sosial media,yang membuat orang terganggu dan takut.bukannya dibuat berbicara yang baik-baik malah nyumpain orang,kalo saya ada diantara mereka,mendingan saya kabur ngadu emak deh..... saksikan artikel-artikel diblog ini good bye-bye..... (sok inggris saya ckckckk.....)

Selasa, 26 Januari 2016

perkenalanku

 PERKENALAN SEBELUMNYA...
Hai semua.... nama saya muhammad deffry biasa dipanggil defri
sedikit tentang saya:saya ini..... mandiri,pekerja keras,berdikari,suka main gitar dipagi hari,lewat orang tua langsung kuhormati,tak lupa menggosok gigi,ahli makan pedas dan tahan diomelin, pencinta musik anti mainstreem,serta makhluk unik stock terakhir dibumi ibu pertiwi. hehehehe....oke..langsung saja saya jelasin knapa saya membuat blog ini.

   Saya membuatnya karena,saya ingin berkarya dibidang ini.mudah-mudahan pada ngerti dalam baca artikel saya.salam blogger....